Semua yang Harus Anda Ketahui Tentang Sosiologi Komunikasi
Oleh : Arofa Elvasana Hanifa
Komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan, karena manusia
adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya, dan proses
komunikasi antar individu juga berbeda-beda karena setiap individu memiliki
level komunikasi masing-masing, maka dari itu diperlukan mengetahui tentang
sosiologi komunikasi.
Eittss tunggu dulu, jika membahas masalah sosiologi komunikasi
sebenarnya apasih yang kita pelajari? Apakah kita belajar tentang sosialogi?
Ataukah kita belajar dengan tentang komunikasi?
Ilmu komunikasi itu ilmu yang multidisplin yang artinya komunikasi
itu bergesekan dengan ilmu-ilmu yang lain, itu terjadi karena ilmu komunikasi
sebagai salah satu ilmu sosial jadi mempunyai kaitan yang erat dengan ilmu
sosial lainnya, dari proses interdisipiner ini membuat ilmu komunikasi
berkembang begitu pesat seiring dengan perkembangan komunikasi umat manusia di
era globalisasi dan teknologi informasi
Sosiolologi sendiri yaitu ilmu masyarakat atau kemasyarakatan yang
mempelajari menusia sebagai anggota golongan atau masyarakat dengan
ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercaan atau agamanya, tingkah laku serta
keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupnnya
(Hassan Shadily : 1993)
Di sisi lain, pengertian komunikasi menurut Anderson yaitu proses dimana bisa dipahami oleh orang lain
dan memahami orang lain. Sedangkan menurut Onong Uchayana, komunikasi adalah
proses penyampaian perasaan atau pikiran komunikator kepada komunikan, yang
mana komunikator adalah orang yang memberi dan komunikan adalah orang yang
meminta.
Sedangkan sosiologi komunikasi Menurut Soejono merupakan kekhususan
dala mempelajari interaksi sosial yang hubungan atau komunikasi yang
menimbulkan proses saling pengaruh-mempengaruhi antara para individu, individu
dengan kelompok, maupun antar kelompok
Secara komprehensif sosiologi komunikasi mempelajari tentang
interaksi sosial dengan segala aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut
seperti bagaimana interaksi (komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan
media, bagaimana efek media sebagai akibat dari inetraksi tersebut, sampai
dengan bagaiamana perubahan-perubahan sosial di masyarakat yang didorong oleh
efek media berkembang serta konsekuensi sosial macam apa yang ditanggung
masyarakat sebagai akibat perubahan yang didorong oleh media massa.
A.
Ruang Lingkup Sosiologi komunikasi
Burhan Bungin
(2006 ; 27-31) mengatakan bahwa sosiologi komunikasi terdapat 4 konsep
sekaligus ruang lingkup sosiologi komunikasi, yaitu diantaranya:
1.
Sosiologi,
yang mempelajari hubungan antar individu sebagai makhluk sosial dengan segala
aktifitas dan gejala sosial yang dapat menyebabkan adanya perubahan sosial
2.
Masyarakat,
yang terdiri dari kumpulan individu dan hidup berdampingan dalam satu wilayah
dan terikat oleh norma-norma yang berlaku
3.
Komunikasi,
yang merupakan suatu media sebagai penyampaian pesan, dalam komunikasi sendiri
memiliki beberapa unsur diantaranya adalah komunikator sebagai informasi, pesan
sebagai informasi, media sebagai alat informan
4.
Media
informasi, yang merupakan alat untuk berkomunikasi, media informasi ini dapat
berupa online maupun cetak ataupun leluri yaitu dari mulut ke mulut
B.
Objek Ilmu Sosiologi Komunikasi
Objek sosiologi komunikasi diklarifikasi sebagai segala sesuatu
yang dapat menyampaikan dan juga menerima sebuah informasi yang telah
disampaikan. Objek ini sendiri dipisah menjadi dua, dalam bentuk formal berupa
manusia, dan dalam bentuk materiil yang berupa:
a
Telematika
dan Realitas
b
Efek
media
c
Norma
Sosial Baru
d
Cyber
Community
e
Perubahan
Sosial dan Komunikasi
f
Hukum
Bisnis Media
C.
Aliran Pemikiran Dalam Paradigma Sosiologi Komunikasi
Dalam sosiologi
komunikasi juga terdapat dua aliran pemikiran besar yang melahirkan paradifma
dalam sosiologi komunikasi. Aliran tersebut adalah Struktural-Fungsional dan
Konflik-Kritis. Paradigma structural fungsional adalah analisis terhadap sistem
sosial dan politik berangkat dari suatu perspektif umum bahwa sistem merupakan
keseluruhan yang disusun dari sekian banyak bagan, artinya sistem sosial
merupakan rangkaian bagian-bagian yang saling bergantung, berintegrasi, dan
saling membutuhkan. Sedangkan paradigma Konflik-Kritis bisa menjadi faktor
instrumental dalam pembentukan, penyatuan dan pemeliharaan structural sosial.
D.
Manfaat Ilmu Sosiologi Komunikasi
Ada beragam
manfaat yang bisa dipelajari seseorang ketika focus dalam sosiologi komunikasi,
manfaat tersebut antara lain:
1.
Memberikan
wawasan dan pengetahuan mengenai tatacara berkomunikasi yang baik
2.
Dapat
dengan mudah diterima masyarakat / lingkungan
3.
Menciptakan
kepekaan sosial
4.
Memberikan
rasa percara diri dan tidak minder dalam melakukan hubugan sosial dengan
masyarakat
E.
Sosiologi Komunikasi Islam
Sosiologi komunikasi islam bersumber dari pedoman umat islam, yaitu
Al-Qur’an dan Hadist. Kedua sumber tersebut berupa karakteristik dari
komunikasi islam itu sendiri. Selain dua sumber tersebut para ulama memberikan
kontribusi dalam perkembangan ilmu sosiologi komunikasi islam.
Komunikasi
islam juga memiliki beberapa prinsip yang terdiri dari:
a
Qaulan
sadisan atau bisa diartikan sebagai benar dan tidak dusta. Seorang pembicara
atau komunikator harus bisa menyampaikan pendapatnya dengan perkataan yang
benar, hal ini dapat membangun komunikasi yang kondusif sehingga munculnya rasa
empati dan saling percaya.
b
Qaulan
baligha yang memiliki arti lugas atau efektif. komunikator harus dijalankan secara
tepat, fasih, dan jelas sehingga dapat menggapai hati dan komunikan sehingga
terpesuasi kearah pendapat kita.
c
Qaulan
ma’rufa yang memeliki arti berkata yang baik dan sopan. Seorang komunikator
harus bisa menyampaikan argument atau pendapatnya menggunakan perkataan yang
baik, santun, dan tidak menyakiti perasaan orang lain, hal ini agar interaksi
yang terjadi akan selalu mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi sesama.
d
Qaulan
karima yang berarti saling menghormati. Setiap perkataan yang diucapkan
haruslah mengandung perkataan yang mulia dan disampaikan dengan penuh rasa
hormat agar relasi dan hubungan baik dapat terjaga dengan baik.
e
Qaulan
layina yang berarti lemah lembut. Seorang komunikator dituntut untuk beerbicara
dengan bahasa yang lemah lembut menggunakan suara yang enak didengar dan dengan
sikap yang bersahabat dalam menyampaikan pesan kebaikan.
f
Qaulan
maysura yang memiliki arti mudah dimengerti. Komunikator harus berbicara dengan
bahasa atau perkataan yang mudah dicerna sehingga mudah dipahami banyak orang.
Sosiologi komunikasi menjadi penghubung antara ilmu sosiologi dan
ilmu komunikasi, dimana hubungan itu dibangun berdasarkan kajian sosiologi
tentang interaksi sosial ke dalam komunikasi yang berkaitan dengan dampak media
maupun perkembangan teknologi.
Naah informasi di atas diharapkan bermanfaat bagi pembaca sebagai sumber informasi dan referensi dalam lingkup sosiologi komunikasi

Alhamdulillah bermanfaat☺️ semangat terus😁😁
BalasHapus