Semua yang Harus Anda Ketahui Tentang Sosiologi Komunikasi

 Sosiologi Komunikasi

Oleh: Arofa Elvasana Hanifa



Sistem Komunikasi 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, komunikasi didefinisikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antar manusia, dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Oleh karena itu, dalam komunikasi ada tiga bagian penting, yaitu sumber informasi sebagai pengirim, media transmisi sebagai pembawa informasi, dan tempat tujuan informasi sebagai penerima informasi.

Sesuai bagian yang kedua yakni media transmisi sebagai pembawa informasi maka diperlukan sistem komunikasi, sistem komunikasi sendiri yakni himpunan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengkomunikasikan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain. Sistem komunikasi tersebut dapat mengirim informasi dalam bentuk teks, grafis, suara, atau tampilan peraga (video).

Peralatan komunikasi dari zaman ke zaman juga terus berkembang, pesan yang disampaikan juga berupa berbagai bentuk seperti:

1. pesan berupa audio, seperti telepon kabel, telepon gengam, faximile, dan radio.

2. Pesan berupa visual, seperti seperti surat, koran, faximile, dan lainnya

3. berupa audiovisual seperti laptop, pc, televisi.

Sistem Jaringan

Dalam transmisi pesan juga dibutuhkan sistem jaringan, yakni alat yang digunakan untuk menghubungkan dua/lebih peralatan komunikasi sehingga dapat bertukar dan berbagi pesan. Beberapa alat yang termasuk sistem jaringan seperti:

1. Server, sistem komuputer yang mempunyai layanan khusus, umumnya berhubungan dengan penyimpanan data. Data yang tersimpan di dalam server berupa berbagai jenis dokumen dan informasi yang kompleks. 

2. Client, sebuah sistem yang mengakses sebuah sistem layanan yang berada di sistem lain yang dikenal dengan server.

3. Router, sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannnya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan yang berfungsi sebagai penghubung dua jaringan atau lebih untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

4. Modem, berasal dari singkatan Modulator Demodulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa dan siap untuk dikirimkan. Sedangkan Demodulator sebagai bagian yang memisahakan sinyal informasi dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.

Jenis komunikasi

1. Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Komunikasi verbal meliputi symbol atau pesan yang menggunakan satu kata atau lebih, dari semua interaksi yang disadari termasuk dalam kategori disengaja yang dilakukan dengan sadar ke orang lain baik itu menggunakan lisan. Sedangkan komunikasi nonverbal yakni komunikasi yang tidak mengggunakan kata-kata, yang mencangkup semua rangsangan kecuali rangsangan verbal dalam suatu sistem komunikasi, yang bagi pengirim dan penerima, dan kita mengirim pesan non verbal tanpa menyadari bahwa pesan-pesan tersebut bermakna bagi orang lain. 

2. Komunikasi Kebawah, Keatas, dan kesamping

Komunikasi ke bawah (downward communication) penyampaian pesan dari atasan ke bawahan sesuai dengan structural di organisasi. Kalau komunikasi ke atas (upward communication) penyampaian informasi dari bawahan ke atasan sesuai dengn structural di organisasi. Sedangkan komunikasi kesamping (horizontal communication) komunikais yang melibatkan anatar individu atau kelompok pada level yang sama, konteks dari komunikasi ini bersifat koordinasi sehingga satu denagn yang lain saling memberikan informasi.

3. Komunikasi Formal dan Informal

Komunikasi formal terjadi antar individu atau antar kelompok secara resmi yang etikanya telah diatur secara sengaja yang sifatnya instruktif. Sedangan komunikasi informal terjadi tanpa direncanakan atau tidak ditentukan dalam structural yang digunakan untuk memelihara hubungan sosail antar individu atau antar kelompok.

4. Komunikasi satu arah dan dua arah

Komunikasi satu arah (simplex) dalam komunikais ini pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang bersinambungan melalui media yang sama, seperti pager, televise, radio dan sebagainya. Sedangkan komunikasi dua arah (duplex) dalam komunikais ini pengirim dan penerima informasi dapat menajlin komunikasi yang bersinambungan melalui media yang sama seperti, telepon

Bentuk Komunikasi 

1. Komunikasi Interpersonal

De Vito (2009) mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai proses penerimaan dan pengiriman pesan diantara dua orang atau lebih, formal maupun informal. Komunikasi interpersonal dimengerti sebagai umpan balik yang saling berkaitan satu sama lain dengan tujuan untuk membantu seseorang mengingkatkan efektivitas pribadi dan efektivitas antar pribadi. Komunikasi interpersonal mengharuskan pelaku untuk bertatap muka antar individu sehingga masing-masing bisa memahami satu sama lain dan berinteraksi secara efektif.

2. Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalm diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu objek yang tidak tampak (misalkan Tuhan). Komunikasi interpersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam proses simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus menjadi penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Pengetahuan mengenai diri sendiri melalui poses-proses psikologis, seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator.

4. Komunikasi Berkumpulan

Komunikasi berkumpulan melibatkan lebih daripada dua individu. Komunikasi kumpulan kecil boleh melibatkan kelompok sehingga 25 orang atau lebih didalam suatu kumpulan besar. 

5. Komunikasi Organisasi

Dalam sebuah organisasi terdapat kelompok kumpulan kecil yang bebas, berwibawa dan berpusat di bawah suatu pemusatan kuasa yang lebih besar. Komunikasi di dalam sebuah organisasi lebih rumit karena melibatkan jumlah yang sangat besar dan protocol yang tertentu pula.

6. Komunikasi Awam

Komunikasi awam melibatkan komunikasi seorang komunikator dengan jumlah besar pendengar atau dengan rujukan lain sering disebut sebagai khlayak.

7. Komunikasi Silang Budaya

Proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu buadaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dan hal ini bisa antar dua kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling mempengaruhi satu sama lainnya, baik itu sebuah kebaikan kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau melakukan akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang saling menghasilkan kebudayaan baru). Komunikasi silang budaya yang tepat dengan mempelajari situasi di mana orang-orang darilatar belakang buadaya yang berbeda saling berinteraksi, selain bahasa komunikasi silang budaya juga melibatkan atribut sosial, pola pikir, dan adat istiadat maka dari itu komunikasi silang budaya berperan dalam ilmu-ilmu sosial seperti studi budaya, linguistic, psikologi, dan yang pasti ilmu komunikasi.

8. Komunikasi berasaskan Teknologi

Perkembangan teknologi dalam bidang komunikasi telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam lah penyampaian dan penerimaan pesan, pengaruh ini bergesekan terhadap proses transmisi tersebut, komunikasi dengan menggunakan alat-alat yang semakin hari semakin berkembang seperti telepon kabel, telepon genggam, internet, e-mail, media sosial, dan alat komunikasi teknologi digital lainnya

Komentar