Semua yang Harus Anda Ketahui Tentang Sosiologi Komunikasi
Teori Komunikasi Kontemporer
Oleh: Arofa Elvasana Hanifa
Komunikasi
Kontemporer
Komunikasi kontemporer terdiri dari 2 kata, yaitu komunikasi dan
kontemporer. Secara harfiah komunikasi berasal dari bahasa latin “Communis”
yaitu membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Secara ilmiah,
komunikasi berasal dari kata “to communicate” yang artinya upaya untuk membuat
pendapat, menyatakan perasaan, menyampaikan informasi agar diketahui/dipahami
oleh orang lain.
Sedangkan kata kontemporer bearasal dari kata “co” yang artinya
bersama dan “tempo” yaitu waktu. Jadi kontemporer yaitu waktu bersamaan, secara
umum, kontemporer artinya kekinian, modern, atau lebih tepatnya adalah sesuatu
yang sama dengan kondisi waktu saat ini. Jadi komunikasi kontemporer adalah
perkembangan komunikais yang terpengaruh oleh dampak mederenisasi
Teori kontemporer merupakan perkembangan dari teori komunikasi
klasik melihat fenomena komunikasi tidak fragmatis, artinya komunikasi
dipandang sebagai sesuatu yang komplek, tidak sederhana yang dipahami dalam
teori komunikasi kontemporer saat ini
Teori Cultural
Studies
Teori cultural
studies atau sering disebut dengan teori kajian budaya adalah sebuah teori
karya Stuart Hall yang mengadopsi teori kritis Karl Marx. Lahir di tengah
semangat Neo-Marxisme yang berupaya untuk meredefinisikan Marxisme, sebagai
perlawanan terhadap dominasi dan hegemoni budaya tertentu. Cultural
studies berakar dari gagasan Karl Marx, yang mempunyai pandangan bahwa
kapitalisme telah menciptakan kelompok elit kuasa untuk melakukan eksploitasi
terhadap kelompok yang tidak berkuasa dan lemah. Pengaruh kontrol kelompok
berkuasa terhadap yang lemah menjadikan kelompok yang lemah merasa tidak
memiliki kontrol atas masa depan mereka. Stuart Hall berpendapat bahwa suatu
budaya pasti memiliki dan menyimpan ideoogi yang lebih berkuasa. Teori ini
menempatkan Komunikasi Massa harus memahami konteks kultur yang ada, bukan
hanya mencari tahu tentang sesuatu.
Tokoh
Cultural Studies:
1.
Richard
Hoggard (Dosen Sastra Inggris Universitas Birmingham) dengan karya terkenal The
Uses of Literacy (1957)
2.
Raymond
William (Dosen Ilmu Polotik dan Sastra Universitas Oxford) dengan karya
terkenal Culture and Society (1958) dan The Long Revolution (1961)
3.
E.P.
Thompson (Wakil presiden The Campaign for Nuclear Disarmament) dengan karya
terkenal The Making of the English Working Class (1978)
4.
Stuart
Hall (Sosiolog Universitas Birmingham)
Teori ini,
sebenarnya mengkaji berbagai kebudayaan dan praktek budaya serta kaitannya
dengan kekuasaan. Dengan tujuan untuk mengungkapkan hubungan kekuasaan serta
mengkaji bagaimana hubungan tersebut mempengaruhi berbagai bentuk kebudayaan
(sosial-politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, hukum dan lain-lain). Cultural
studies tidak hanya merupakan studi tentang budaya yang merupakan entitas
tersendiri yang terpisah dari konteks sosial dan politiknya. Tujuannya adalah
memahami budaya dalam segala bentuk kompleksnya dan menganalisis konteks sosial
dan politik tempat budaya tersebut berasal. Media massa sekarang ini cenderung
memilih hal hegemoni, dalam hal ini hegemoni bertujuan untuk memaksa orang
secara halus, dan memaksa seseorang lewat alam bawah sadar. Hegemoni
adalah konsep yang mewakili pengaruh, kekuasaan atau dominasi kelompok sosial
tertentu atas kelompok lainnya. Hegemoni budaya berarti kontrol sebuah kelompok
atas kelompok lainnya melalui budaya. Konsep hegemoni banyak digunakan oleh
sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan
kekuasaan oleh pihak penguasa. Hall menyatakan bahwa fungsi utama dari sebuah
percakapan adalah membuat atau memaknai sebuah makna. Ketika pesan
dikirimkan kepada masyarakat, maka khalayak akan menerima dan membandingkan
pesan-pesan tersebut dengan makna sebelumnya yang telah disimpan dalam ingatan.
Proses inilah yang disebut dengan decoding. Proses decoding mendapat
perhatian dalam cultural studies karena menentukan arti pesan
bagi seseorang.
Teori
Stimulus Organism Response (SOR)
Teori
S-O-R pertama kali dikembangkan oleh pria bernama Houland pada tahun 1953 yang
berangkat dari pengaruh teori psikologi yang memiliki kajian yang sama seperti
sikap, opini, perilaku, kognisi, dan afeksi.
Teori
S-O-R (Stimulus Organism Response) merupakan proses komunikasi yang menimbulkan
reaksi khusus, sehingga seseorang dapat mengharpkan dan memperkirakan kesesuain
antara pesan dan reaksi komunikan. Unsur-unsur pada teori ini adalah pesan
(stimulus), komunikator dan komunikan (organism), dan efek (response).
Menurut
teori ini, organism menghasilkan perilaku tertentu jika ada kondisi stimulus
khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara
pesan dan reaksi komunikan. Menurut Hosland et al 1953 mengatakan bahwa, proses
perbuahan perilaku pada hakekatnya sama proses belajar individu. Yang mana pesan
sebagai stimulus dan komunikator serta komunikan sebagai organism, dan
menghasilkan gambaran sebagai berikut:
1.
Stimulus
yang diberikan pada organism dapat diterima atau ditolak. Apabila stimulus
tersebut ditolak, maka stimulus kurang efektif digunakan untuk memengaruhi
komunikan, sebaliknya jika stimulus diterima, berarti ada perhatian dari
masyarakat dan stimulus tersebut efektif.
2.
Apabila
stimulus telah mendapat perhatian dari organism maka ia mengerti stimulus ini
dilanjutkan kepada proses selanjutnya.
3.
Setelah
itu organism mengelola stimulus tersebut sehingga terjadi kesediaan untuk
bertindak demi stimulus yang telah diterimanya (bersikap)
Teori
ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung
kepada kualitas stimulus yang berkomunikasi dengan organism, artinya kualitas
dari sumber komunikasi misalnya, kredibilitas, gaya bicara sangat menentukan keberhasilan
perubahan perilaku seseorang.
Komentar
Posting Komentar