SIGNIFIKANSI MEDIA DAN KRITIK SOSIAL
Masyarakat modern saat ini mustahil rasanya terhindar dari paparan media, muncul dan berkembangnya internet membawa cara baru masyarakat dalam berkomunikasi, media sosial hadir dan merubah paradigma komunikasi, komunikasi menjadi lebih mudah tanpa ada batasan jarak, waktu, ruang, dan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.
So, apasih media sosial itu?? tapi sebelum kita mengenal media sosial alangkah baiknya jika kita mengenal media baru terlebih dahulu, karena media sosial adalah bagian dari media baru.
New media atau media baru merupakan media yang menawarkan digitalisasi, kovergensi, interaktif, dan development of network terkait pembuatan pesan dan penyampaian pesannya. Kemampuan media baru dalam menawarkan interaktifitas ini memungkinkan penggunanya dapat memiliki pilihan informasi yang dihasilkan serta melakukan pilihan-pilihan yang diinginkan. Kemampuan menawarkan interactivity inilah yang menjadi sentral dari media baru (Flew : 2002)
Karakteristik media baru berbeda dari media yang sudah ada selama ini, seperti televisi, radio, majalah, koran, yang diogolongkan menjadi media lama, bukan berarti dengan hadirnya media baru dapat menggantikan media lama, namun ini hanya pengistilahan untuk menggambarkan karakteristik media. Perbedaan yang signifikan antara media lama dengan media baru terdapat di muatan interaktif.
Dikutip dari wikipedia , media sosial didefinisikan sebagai platfrom digital yang memfasilitasi penggunanya untuk saling berkomunikasi atau membagikan konten berupa tulisan, foto, video, dan merupakan platform digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap anggotanya (https://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial)
Van Dijk dalam Nasrullah (2015) menyatakan bahwa media sosial adalah platform media yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi. Karena itu media sosial dapat dikatakan sebagai fasilitator online yang menguatkan hubungan antara pengguna sekaligus sebuah ikatan sosial.
Jadi singkatnya media sosial adalah salah satu jenis media baru yang lahir dan berkembang di era internet yang dapat menjadi wadah untuk penggunanya dalam penyampaikan informasi, pikiran, dan perasaan.
Ardianto dalam buku Komunikasi 2.0, mengungkpakan bahwa media sosial bagian jejaring sosial bukan media massa, karena media sosial memiliki kekuatan sosial yang sangat tinggi dan dapat mempengaruhi opini publik yang berkembang dimasyarakat, media sosial mampu membentuk sikap, karakter, dan perilaku masyarakat, sedangkan media massa tidak mampu melakukan itu.
Media sosial mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun, sejarah media sosial diawali di era 70-an dengan ditemukannya sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain, pada tahun 1995 lahir situs GeoCities, sebuah layanan penyimpanan data website agar website dapat diakses dari manapun, di tahun 1997 hingga 1999 muncul blog pribadi, situs yang menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri, setelah itu pada tahun 2003 sampai saat ini bermunculan berbagai berbagai media sosial dengan berbagai karakter dan kelebihan masing-masing, seperti LinkedIn, MySpace, Facebook, Twitter, Google+, dan lain lain.
Berkembangnya media sosial jelas berdampak pada perubahan sosial masyarakat, akan timbul gejala-gejala yang dapat menimbulkan pro kontra, menurut Soekanto, setiap perubahan, biasanya menimbulkan masalah, baik masalah besar maupun masalah kecil. Suatu masalah akan terjadi apabila kenyataan yang dihadapi oleh masyrakat berbeda dengan harapannya. Sehubungan dengan hal ini maka perlu adanya sesuatu sebagai batasan dalam bersosial, yakni kritik sosial.
Mengutip Paul B. Harton dan Cherter L Hurt kritik sosial adalah cara dan proses yang ditempuh oleh individu atau kelompok sehingga para anggotanya dapat bertindak sesiau dengan harapan.
Kritik sosial sebagai salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi atau bertujuan sebagai kontrol terhadap jalannya sebuah sistem sosial atau proses bermasyarakat. kritik sosial dapat berupa kritikan, masukan, sanggahan, tanggapan, atau penilaian terhadap sesuatu yang dinilai menyimpang atau melanggar nilai-nilai yang ada di dalam kehidupan masyarakat
Munculnya kritik sosial diprakarsai oleh tiga ragam perkembangan kriminologi, pertama, adanya reaksi terhadap orientasi konflik dan kembali kepada penyelidikan tentang tingkah laku kriminal, kedua, munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu baru telah membawa pengaruh terhadap kriminologi menjadi lebih pragmatisdan berorientasi pada sistem, ketiga, teori kontrol sosial telah dikaitkan dengan suatu teknik riset baru khususnya bagi tingkah laku anak/remaja.
Perkembangan awal dari kritik sosial dipelopori oleh Durkhein pada tahun 1895, perkembangan berikutnya
Lantas apa hubungan antara media sosial dengan kritik sosial??
Media sosial sebagai salah satu saluran komunikasi yang berfungsi untuk menginformasikan, mendidik, menghibur, dan control masyarakat. Dengan fungsi yang begitu komplek, media dapat berperan dalam segala aktivitas di masyarakat, peran media sosial sebagai kontrol sosial sebagai berikut :
1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial, penanaman keyakinan ini sangat diperlukan guna keberlangsungan tatanan masyrakat, salah satu cara untuk mempertebal keyakinan itu melalui lembaga pendidikan sekolah, lembaga keluarga, dan sugesti sosial
2. Mengembangkan rasa malu, budaya malu semakin hari akan terkikis, banyak bertindak tanpa melihat dampak di ari esok, sehingga penanaman kembali rasa malu sangat diperlukan dalam kehidupan sosial
3. Menciptakan sistem hukum, untuk mencapai sebuah keselarasan dalam masyarakat maka dibutuhkan sistem hukum yang berlaku dalam lingkup masyarakat tersebut

Komentar
Posting Komentar