Ragam dan Dasar Kritik Sosial

 Kritik sosial adalah salah stau bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan dan berfungsi sebagai sumber kontrol tehadap jalannya suatu sistem sosial atau proses bermasyarakat. Kritik sosial dapat diartikan sebagai inovasi sosial dalam arti kritik sosial menjadi sarana komunikasi gagasan baru untuk suatu perubahan. Kritik sosial merupakan salah satu varibel penting dalam memlihara sistem sosial, berbagai tindakan sosial ataupun individual yang menyimpang dari nilai-moral masyarakat dapat dicegah dengan memfungsikan kritik sosial.

Berdasarkan mepikiran kaum fungsionalis, kritik sosial harus bersumber dari sistem itu sendiri, kritik sosial yang keluar dari sistem dianggap sesuatu yang tabu dan tidak dapat diterima, bahkan dianggap sebagai tindakan subvertif, sebab dapat berakibat pada kerusakan sistem itu sendiri, atas dasar itulah kritik sosial harus dilakukan berdasarkan norma-norma atau aturan-aturan yang berlaku.

Kritik sosial dapat disampaikan melalui berbagai cara, mulai dari cara yang paling tradisional, seperti berjemur diri, ungkapan-ungkapan sindiran melalui komunikasi antar personal dan komunikasi sosial, melalui berbagai pertunjukan sosial dan kesenian dalam komunikasi publik, seni sastra dan melalui media massa. Cara yang terakhir inilah yang dianggap paling efektif dan rasional. Agar kemarahan kebencian masyrakat terhadap tindakan yang meresahkan menjadi tidak eksplosif dan meledak menjadi kerusuhan, maka media massa perlu menyalurkan aspirasi masyarakat dengan cara menjadikan dirinya sebagai wahana kritik sosial.

Kritik dari masyarakat hendaknya ditanggapi dengan serius oleh pemerintah. Memang dalam menanggapi kritik dari masyarakat, belum menjamin persoalan akan selesai, tetapi itu menunjukkan adanya perhatian dari pemerintah. Perhatian inilah yang secara akumulatif membentuk kesan pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap rakyatnya. Apabila masyarakat sudah diperhatikan aspirasinya, masyarakat tidak akan lupa budi, sehingga apabila pemerintah mempunyai program kerja maka partispasi masyarakat akan muncul dengan sendirinya.

Kritik sosial akan ada jika masyarakat mulai peka terhadap lingkungan, masyarakat mulai menginginkan suasana baru, suasana yang lebih baik dan lebih maju. Bersikap kritis untuk perubahan.

Referensi : Akhmad zaini Abar, “Kritik Sosial, Negara, dan Demokrasi”

 

Komentar